tanda tanda gawat pada janin

tanda tanda gawat pada janin

Tanda-tamda gawat Pada janin

ASUHAN KEBIDANAN KEPADA IBU HAMIL DENGAN

(DENYUT JANTUNG JANIN > 160 X/MENIT)

  1. A. Definisi Takikardi  (Menurut Tucker Martin 1997 Pemantauan Janin)

Takikardi adalah denyut jantung dasar di atas 160 dpm, yang bertahan selama 10 menit atau lebih. Takikardi sulit dibedakan dengan akselerasi, yang merupakan perubahan periodik sementara. Bila takikardi janin terjadi umumnya de hubungkan dengan penurunan variabilitas dasar karena hilangnya aktivitas atomic parasimpatik.

  1. B. Penyebab tanda-tanda gawat janin (Menurut Tuckor Martin 1997 Pemantauan janin)
  1. Hipoksia awal pada janin

Janin melakukan kompensasi untuk mengurangi aliran darah dengan meningkatkan stimulasi simpatik atau melepaskan epinefrin dari medulla adrenal atau keduanya.

  1. Demam pada maternal

Mempercepat metabolisme dari miokardium janin, meningkatkan aktivitas kardia akselerasi simpatik sampai 2 jam sebelum ibu demam.

Demam dalam kehamilan pada maternal menurut WHO 2005

Diagnosis demam dalam kehamilan

Gejala dan tanda selalu ada

Gejala dan tanda kadang-kadang ada

Diagnosis kemungkinan

  1. Disuria
  2. Frekuensi kencing meningkat
1. Nyeri supra simfisis

2. Nyeri perut

Sistitis
  1. Disuria
  2. Demam
  3. Frekuensi
  4. Nyeri abdomen
  5. Nyeri Pinggang
  6. Nyeri Dada
  7. Mual / muntah
  8. Anoreksia
Pielonefritis akut
  1. Cairan vagina berbau pada kehamilan < 22 minggu
  2. Demam
  3. Uterus nyeri
  4. Nyeri abdomen bawah
  1. Nyeri lapas
  2. Perdarahan, nanah di serviks
Abortus septic
  1. Demam/menggigil
  2. Cairan vagina barbau pada kehamilan > 22 minggu
  3. Nyeri abdomen
  4. Ketuban pecah
  5. Nyeri uterus
  6. Djj cepat
  7. Perdarahan sedikit
Amnionitis
  1. Demam
  2. Sesak nafas
  1. Batuk beriak
  2. Nyeri dada
  3. Lendir (+)
  4. Dada/tenggorokan sakit
  5. Sesak
  6. Rhonkhi
Pneumonia
  1. Demam
  2. Menggigil
  3. Nyeri kepala
  4. nyeri otot
1. Limpa membesar Malaria tanpa komplikasi
  1. Gejala demam, menggigil, nyeri kepala, nyeri kepala, nyeri otot
  2. Koma
  3. Anemia
  4. Kejang
  5. Ikterus
Malaria dengan komplikasi
  1. Demam
  2. Nyeri kepala
  3. Batuk kering
  4. Lemas
  5. Anoreksia
  6. Limpa besar
  7. Meracau
  8. Tidak sadar
Tifus
  1. Demam
  2. Lemah
  3. Anoreksia
  4. Mual
  5. Kencing coklat tua
  6. Kuning
  7. Hati bengkak
  8. Nyeri otot
  9. Urtikaria
  10. Limpa besar
Hepatitis

Keterangan :

Di berikan ampisilin 1 gr per oral 4 kali sehari atau amoksilin 1 gr per oral 3 kali sehari

  1. Obat-obatan simpatometik beta (ritodrine dan isoksuprin )

Obat-obatan tokolitik ini, di berikan untuk mengontrol persalinan, mempunyai efek  jantung yang mirip seperti efenefrin.

  1. Obat-obatan parasimpatolitik (antropin, skopolamin, hidroksizin, fenotiazin).

Menghambat bagian parasimpatik dari sistem syaraf otonom.

  1. Hiportiroid

Long lackting tyroid stimulating hormone kemungkinan menembus plasenta dan meningkatkan curah jantung dan perfusi jaringan.

  1. C. Intervensi tanda-tanda gawat janin (menurut Sarwono Prawiroharjo 2002 Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal)

Intervensi tanda-tanda gawat janin tergantung pada faktor penyebab. Demam pada maternal dapat di kurangi dengan antibiotic, hidrasi, dan tindakan pendinginan. Pemberian oksigen 8-12 L / menit dapat membantu. Takikardi dapat menjadi tanda yang berbahaya bila berhubungan dengan deselorasi lambat, deselorasi berubah-ubah yang berat atau tidak adanya variabilitas. Takikardi persiston dengan variabilitas dasar rata-rata atau tidak adanya perubahan periodik, tidak muncul serius pada kondisi bayi baru lahir, hal ini benar bila takikardi dihubungkan dengan maternal yang demam.

Denyut jantung janin lebih dari 160 dpm dalam kehamilan variabilitas dasarnya dan menunjukkan deselerasi lanjut pada kontaksi uterus. Bila Hipoksia menetap glikollsis anaerob menghasilkan asam laktat dengan PH janin yang menurun.

Adapun janin yang beresiko tinggi untuk mengalami gawat janin adalah :

  1. Janin yang pertumbuhannya terhambat.
  2. Janin dari ibu dengan diabetes matitus.
  3. Janin Proterm dan Posterm.
  4. Janin dengan kelainan letak.
  5. Janian kelainan bawahan atau infeksi.
  1. D. Perencanaan

Data diagnostic tambahan menurut Sarwono Prawiroharjo

Pemantauan denyut jantung janin

Pemantauan denyut jantung janin yang segera dan continue dalam hubungan dengan kontraksi uterus memberikan suatu penilaian\an kesehatan janin yang sangat membantu selama proses persalinan. Akselerasi periodik pada gerakan janin merupakan ketenangan dari reaktivitas janin yang normal. Indikasi-indikasi dari kemungkinan gawat janin:

  1. Beradikardia, denyut jantung janin (+) yang kurang dari 120 DPM.
  2. Takikardia, akselerasi denyut jantung janin yang memanjang lebih dari 160x/menit. Dapat dihubungkan dengan demam ibu sekunder terhadap infeksi intrauteri. Prematuritas dan atropin juga di hubungkan dengan denyut jantung dasar yang meningkat.
  3. Variabililtas denyut jantung dasar yang menurun, yang berarti depresi sistem syaraf anatomi janin untuk medikasi ibu (atropin, skopopamin, diazepam, fenolbarbitas, magnesium dan analgesic naikotik)
  4. Pola deselerasi, deselerasi lanjut menunjukkan hipoksia janin yang disebabkan oleh isufisiensi uteroplasma. Deselerasi yang bervariasi tidak berhubungan dengan uterus adalah  lebih sering dan muncul untuk menjalankan kompresi sementara waktu saja dari pembuluh darah umbillikus. Peningkatan hipoksia janin adalah deselerasi lanjut, penurunan variabilitas, bradikaria yang menetap dan pola gelombang sinus.
  1. E. Penatalaksanaan

Jika denyut jantung janin diketahui tidak normal, lakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tergantung faktor penyebab: perubahan posisi lataran dan pemberian O2 8-12 l/menit membantu mengurangi demam pada maternal dengan hidrasi anti piretik dan tindakan pendinginan.
  2. Jika sebab dari ibu diketahui (seperti demam, obat-obatan) mulailah penanganan yang sesuai dengan kondisi ibu:
    1. Istirahat baring
    2. Banyak minum
    3. Kompres untuk menurunkan suhu tubuh ibu
    4. Jika sebab dari ibu tidak diketahui dan denyut jantung janin tetap abnormal sepanjang paling sedikit 3 kontraksi, lakukan pemeriksaan dalam untuk mencari penyebab gawat janin:
      1. Jika terdapat perdarahan dengan nyeri yang hilang timbul atau menetap, pikirkan kemungkinan solusio plasma.
      2. Jika terdapat tanda-tanda infeksi (demam, sekret vagina  berbau tajam) berikan anti biotik untuk amnionitis.
      3. Jika tali pusat terletak di bawah janin atau dalam vagina lakukan penanganan prolaps tali pusat.
      4. Jika denyut jantung janin tetap abnormal atau jika terdapat tanda-tanda lain gawat janin (mekonium kental pada cairan amnion, rencanakan persalinan).

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN

TANDA-TANDAGAWAT JAININ

TERHADAP Ny. “R” DI BPS Ny. RARA PEKALONGAN

  1. I. PENGUMPULAN DATA DASAR

Tanggal 25 Maret 2007 pukul 13.00 WIB

  1. A. Pengkajian
  1. Identitas
Nama Istri     :  Ny Rika Andriani Nama suami  :   Tn. Andi
Umur             :  28 Tahun Umur             :  30 Tahun
Agama           :  Islam Agama           :  Islam
Pendidikan    :  SMA Pendidikan    :  SMA
Pekerjaan       :  IRT Pekerjaan       :  Wiraswasta
Suku              :  Jawa Suku              :  Palembang
Alamat           :  Jl. Raya Pekaliongann Lampung Timur Alamat           :  Jl. Raya Pekaliongann Lampung Timur
  1. Keluhan utama

Ibu datang untuk memeriksakan kandungannya, ibu hamil aterm, mengeluh menderita demam dalam kehamilannya.

  1. Riwayat Menstruasi

Menarche        : 15 tahun

Siklus              : 28 hari

Lamanya         : 6-7 hari

Banyaknya      : 2 x ganti pembalut

Keluhan           : tidak ada

HPHT              : 25 Juli 2006

TP                    : 01 Mei 2007

  1. Riwayat Kehamilan
  1. Trimester  I

ANC               : 2 X di bidan

Keluhan           : mual, pusing, dan muntah-muntah

Anjuran           : banyak istirahat, hindari makanan mengandung minyak dan berbau menyengat

Terapi              : B6, B komplek, vocea

Trimester II

ANC               : 3 X di bidan

Keluhan           : tidak ada

Anjuran           : kunjungan ulang makan makanan yang bergizi

Terapi              : SF, vitamin C

Trimester III

ANC               : 2 X di bidan

Keluhan           : pegal-pegal, merasa cepat lelah

Anjuran           : banyak istirahat, anjurkan ibu agar rajin melakukan senam     hamil

  1. Tanda-tanda kehamilan (trimester I)

PP test tanggal 30 Agustus 2006 hasil positif

  1. Pergerakan uterus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 16 minggu
  2. Keluhan yang dirasakan

Mual dan muntah yang lama   : tidak ada

Nyeri perut                              : tidak ada

Demam                                    : ada

Sakit kepala                             : tidak ada

Penglihatan kabur                   : tidak ada

Rasa nyeri                               : tidak ada

Rasa gatal                                : tidak ada

Pengeluaran cairan                  : tidak ada

Oedema                                   : tidak ada

  1. Riwayat kehamilan ibu dan keluarga
    1. Data kesehatan ibu

Ibu tidak pernah dirawat di rumah sakit, penyakit keturunan tidak ada, tidak ada penyakit menular.

  1. Data kesehatan keluarga

Ibu mengatakan didalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit dan penyakit turunan.

  1. Pola kebiasaan sehari-hari
  1. Nutrisi

Sebelum hamil   : Makan 3x sehari dengan porsi sedang 1 piring nasi, lauk tempe/tahu kadang-kadang ikan, dengan 1 mangkuk kecil sayur, 7-8 gelas air putih/hari.

Saat                   : Makan 3x sehari, porsi 1 piring nasi, lauk 1 potong tempe/tahu/ikan, dengan 1 mangkuk sedang sayur, kadang-kadang buah dan susu, minum air putih 7-8 gelas tiap hari.

  1. Eliminasi

Sebelum hamil   : BAB 1 x sehari-hari, BAK 6-7 x tiap hari

Saat hamil         : BAB 1-2 x setiap hari, BAK 7-8 x tiap hari

  1. Personal hygiene

Saat hamil         : mandi 2 x sehari, pagi dan sore

Sesudah hamil   : mandi 3 x sehari, pagi, siang dan sore

  1. Pola istirahat

Sebelum hamil   : tidur malam 7-8 jam / hari, tidur siang 1-2 jam /hari

Saat hamil         : tidur malam 6-7 jam / hari, tidur siang 1-2 jam /hari

  1. Olah raga

Jalan pagi-pagi 3x seminggu

  1. Seksualitas

1-2 x dalam seminggu, tidak ada keluhan

  1. Immunisasi

TT        Lengkap:

TT 1 pada usia kehamilan 5 bulan di bidan

TT 2 pada usia kehamilan 6 bulan di bidan

  1. Kontrasepsi

Ibu belum pernah KB

  1. Riwayat sosial
  1. Apakah kehamilan ini direncanakan   : ya
    1. Respon terhadap kehamilan                : keluarga senang dengan kehamilan ini
    2. Status perkawinan                               : ibu menikah 1x, usia pernikahan 1 tahun
    3. Kepercayaan yang berhubungan         : tidak ada
  1. B. Pemeriksaan fisik
    1. Keadaan umum                       :  agak lemah
    2. Tanda-tanda vital

TD                                 :  110/70 nnHg

Nadi                              :  80 x / menit

RR                                :  18 x / menit

Temperatur                    :  40oC

  1. Tinggi badan                 :  155 cm
  2. Berat badan                   :  Sebelum hamil        : 49 kg

Sesudah hamil        : 59 kg

  1. Ukuran lila                    :  24 cm
  2. Inspesi
    1. Rambut           :   Terlihat bersih, tidak ada ketombe
      1. Mata                :   Bentuk mata simetris, tidak ada pembengkakan pada mata konjungtiva merah muda, seklera tidak ikterik Fungsi penglihatan baik.
      2. Hidung            :   bentuk mata simetris, keadaan bersih, tidak ada pembesaran hidung, faktor penciuman normal
      3. Gigi dan mulut:   tidak ada kelainan bentuk pada mulut, tidak terdapat stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada caries, pada gigi, tidak ada gigi yang berlubang, jumlah gigi atas dan bawah lengkap
      4. Telinga            :   keadaan bersih, bentuk simetris tidak ada kotoran, faktor pendengaran normal
      5. Leher               : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada embesaran kelenjar limpa, tidak ada pembengkakan vena jugularis
      6. Dada               :   bentuk payudara simetris kanan dan kiri, papilla menonjol colostrum belum keluar, keadaan payudara bersih, terdapat hiperpigmentasi pada aerola mamae
      7. Abdomen        :   keadaan pembesaran abdomen sesuai dengan usia kehamilan terhadap linea nigra, tidak ada bekas operasi
      8. Genetalia eksternal : tidak ada flour albus, tdak ada oedema, hygiene baik haemoraid tidak ada
      9. Ekstremitas     :

Atas       : bentuk simetris, keadaan kuku bersih, keadaan kulit baik, turgor kulit baik, tidak ada kecacatan

Bawah   : bentuk simetris, keadaan kuku bersih, keadaan kulit baik

  1. Palpasi

Leopold I        :   TFU tiga jari bawah Px, pada fundus teraba lunak dan tidak, melenting yang berarti bokong

Leopold II       :   perut ibu sebelah kanan lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung kanan

Leopold III     :   bagian terbawah janin teraba keras dan melenting bila digoyang yang berarti kepala

  1. Askultasi

DJJ terdengar pada daerah 3 jari bawah pusat sebelah kanan dengan frekuensi 168 x / menit

  1. Perkusi            : reflek petela positif

10.  Pemeriksaan panggul luar

Distantia spinarum : 25 cm

Distantia cristarum : 27 cm

Conjugata eksterna : 19 cm

Lingkar panggul     : 80 cm

  1. II. INTERPRESTASI DATA DASAR, DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN

  1. Diagnosa

G1P0A0, ibu hamil aterm, janin tunggal, hidup intra uteri, DJJ 168 x/menit presentasi kepala

Dasar

  1. ibu mengatakan hamil anak pertama
  2. HPHT  : 25 Juli 2006
  3. TP        : 01 Mei 2007
  4. Pada auskultasi: DJJ terdengar jelas pada satu tempat 3 jari dibawah pusat sebelah kanan dengan frekuensi 168 x/menit
  5. Pada palpasi

Leopold I      :   TFU tiga jari bawah Px,

Leopold II     :   bagian fundus teraba bulat, besar, lunak dan tidak melenting yang berarti bokong

Leopold III   :   bagian terbawah rahim teraba keras, besar, bulat, dan melenting bila di goyang yang berarti kepala

TBJ                :   (32-12) x 155 : 3100 gram

  1. Masalah:
    1. Ibu menderita demam dalam kehamilan

Dasar :Ibu mengatakan mengigil demam dalam kehamilan

    1. Gangguan rasa nyaman : badan pegal-pegal dan cepat lelah

Dasar : Ibu mengatakan badannya pegal dan cepat letih

    1. Takikardi janin

Dasar : Frekuensi denyut jantung janin 168x/menit

  1. Kebutuhan:
    1. Menurunkan demam ibu

Dasar : Ibu menggigil demam dalam kehamilan

    1. Penyuluhan tentang pola istirahat yang cukup dan rileks

Dasar :Takikardi janin karena ibu lelah dan kurang rileks dalam menghadapi persalinan

    1. Penyuluhan tentang senam hamil

Dasar : Ibu mengatakan badannya pegal-pegal

    1. Penyuluhan tentang gizi ibu hamil

Dasar :Ibu mengatakan malas makan buah dan minum susu

  1. III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
    1. Potensial terjadi hipoksia

Dasar: pemasukan O2 yang tidak adekuat pada janin

  1. Potensial terjadi gawat janin

Dasar: DJJ > 160 x/menit

  1. Potensial terjadi kematian janin dalam kandungan

Dasar: gawat janin

  1. IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN DAN KOLABORASI

Tindakan segera:   Perubahan posisi lateral dan pemberian oksigen 8-12 l/menit untuk mengurangi demam pada ibu dengan hidrasi antipiretik, dan tindakan pendinginan/kompres untuk menurunkan suhu

Kolaborasi           : Dilakukan bila terjadi gawat janin dan kematian janin dalam kandungan

  1. V. RENCANA MANAJEMEN
    1. Beri tahu ibu tentang hasil pemeriksaan
    2. Penanganan demam pada ibu
    1. Jelaskan kondisi ibu saat ini
    2. Observasi denyut jantung janin saat ini
    3. Anjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin
    4. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan ibu
    1. Kompres untuk menurunkan suhu ibu
    2. Pemberian obat antipiretik
    3. Anjurkan ibu untuk istirahat baring dan banyak minum
  1. Berikan informasi mengenai gizi ibu hamil
    1. Jelasakan pada ibu tentang makanan yang bergizi
    2. Ibu diberi vitamin
    3. Berikan  informasi tentang senam hamil setelah kondisi ibu membaik
    4. Beritahu ibu tentang pola istirahat yang baik
    1. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya senam hamil
    2. Ajarkan pada ibu tenatang gerakan senam hamil
    3. Anjurkan pada ibu untuk melakukan senam hamil secara teratur
    1. Jelaskan pada ibu pentingnya istirahat yang cukup
    2. Anjurkan pada ibu untuk mengurangi aktivitas sehari-hari
    3. Anjurkan pada ibu untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat
    4. Evaluasi apakah ibu menjalankan yang dianjurkan
  1. VI. IMPLEMENTASI LANGSUNG
    1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan keadaan ibu dan kandungannya
    2. Menangani demam pada ibu
    1. Menjelaskan kondisi ibu saat ini
    2. Mengobservasi denyut jantung janin, setiap 30 menit untuk mengetahui kondisi janin
    3. Menganjurkan ibu untuk memeriksakan kehamilannya setiap minggu
    4. Melibatakan keluarga dalam memberikan dukungan pada ibu dalam menanti kelahiran anaknya.
    1. Kompres hangat untuk menurunkan suhu tubuh ibu sampai kondisinya membaik
    2. Memberikan obat antipiretik paracetamol 500 mg 3x sehari
    3. Menganjurkan ibu untuk istirahat baring secara total 8-9 jam sehari dan banyak minum air putih 1,5-2 liter sehari
  1. Memberikan informasi mengenai gizi yang baik pada ibu hamil
    1. Menjelaskan pada ibu mengenai makanan bergizi seperti sayur-sayuran hijau, misalnya daun katuk,  buah-buahan segar, makanan TKTP seperti ikan, tempe, tahu.
    2. Menganjurkan ibu makan makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran hijau, misalnya daun katuk, buah-buahan segar, makanan TKTP  (ikan, tempe, tahu)
    3. Memberi ibu vitamin B12, SF 1x sehari
    4. Memberikan informasi tentang senam hamil setelah kondisi ibu membaik
      1. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya senam hamil untuk mempersiapkan proses kelahiran bayi
      2. Mengajarkan pada ibu tentang teknik senam hamil, yaitu; latihan pemanasan dan peregangan, latihan pernafasan, latihan penguatan, latihan relaksasi, koreksi sikap, latihan pendinginan.
      3. Menganjurkan pada ibu untuk melakukkan senam hamil setiap hari Jumat dan Sabtu seminggu sekali di Puskesmas Pekalongan
      4. Mengevaluasi kemampuan ibu mengulang yang sudah dajarkan
      5. Memberitahu ibu tentang pola istirahat yang baik
    1. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya istirahat yang cukup dengan pola istirahat 8-9 jam setiap hari
    2. Menganjurkan pada ibu untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan seperti pekerjaan rumah tangga yang berat
    3. Mengevaluasi kemampuan ibu untuk mengerti tentang pola istirahat yang baik dan akan menjalankannya.
  1. VII. EVALUASI
    1. Ibu mengetahui kondisinya saat ini

Keadaan umum ibu: agak lemah

    1. Tanda-tanda vital

TD       : 110/70 mmHg           Pols     : 80 x/menit

RR       : 18 x/menit                 Temp   : 400C

DJJ      : 168 x/menit

    1. Palpasi

Leopold I        :  TFU tiga jari bawah Px, pada fundus teraba besar, bulat, lunak, melenting yang berarti bokong

Leopold II       :   Perut ibu sebelah kanan lebar dan memberikan tahanan yang besar, seperti punggung kanan

Leopold III         :   Bagian terbawah janin teraba besar, bulat, keras, dan melenting bila di goyangkan, yang berarti kepala.

    1. Oedema           :    Negatif
  1. Observasi denyut jantung janin dalam 30 menit sekali frekuensi denyut jantung janin 154x/menit
  2. Ibu bersedia akan melakukan kunjungan rutin di tempat bidan setiap minggu
  3. Keluarga terutama suami bersedia untuk menemani ibu memeriksakan kehamilannya setiap minggu.
  4. Keluarga mengerti terutama suami bahwa ibu butuh dukungan psikologis, perhatian yang lebih dan khusus dalam menanti kelahiran anaknya.
  5. Kondisi ibu sudah mulai membaik, demam ibu mulai berkurang suhu tubuhnya turun 380C
  6. Ibu bersedia untuk minum obat paracetamol 500 mg 3x sehari
  7. Ibu mengerti tentang makanan yang bergizi seperti sayur-sayuran hijau, misalnya: daun katuk, buah-buahan segar, makanan TKTP seperti tahu, tempe, ikan.
  8. Ibu bersedia untuk makan makanan bergizi

10.  Ibu bersedia minum vitamin B12 SF 1 kali sehari

11.  Ibu mengerti tentang pentingnya senam hamil

12.  Ibu bersedia akan melakukan senam hamil seminggu sekali

13.  Ibu mengerti tentang pola istirahat yang baik 8-9 jam tiap hari

14.  Ibu bersedia untuk istirahat baring secara total dan banyak minum air putih 1,5-2 liter dalam sehari

DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Bina Pustaka: Jakarta

Matrin, Tucker Susan. 1997. Pemantauan Janin. EGC: Jakarta

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Bina Pustaka: Jakarta

Supridi, Teddy. 1994. Kedokteran Observasi Dan Gynekologi. EGD: Jakarta